Kegiatan literasi
Nama: fevel ellora wifran
Kelas : X-OTKP 2
Pembimbing : Kusnari,S.pd
Kata pengantar
Segala puji dan syukur saya ucapan kehadirat Allah SWT karena atas izinnya kami dapat menyelesaikan tugas kegiatan literasi di SMKN 9 Jakarta. Tugas kegiatan literasi ini di susun berdasarkan bimbingan dari guru SMK Negeri 9 Jakarta.
Dengan dibuatnya artikel ini semoga dapat membatu pengetahuan.Saya harap semoga semua yang saya lakukan mendapat ridho dari allah dan semoga senantiasa melimpahkan taufik danhidayahnya.
Akhir kata dengan segala kerendahan hati,bila ada kritik dan saran dari pembaca akan saya terima dengan senang hati.
Jakarta,19 april 2018
A.Pengertian Literasi dan Gerakan Literasi Sekolah
Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Namun, Deklarasi Praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO, 2003). Deklarasi UNESCO itu juga menyebutkan bahwa literasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuankemampuan itu perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi, dan itu bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat.
Sedangkan pengertian Literasi Sekolah dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.
B. Kegiatan literasi
Kegiatan literasi di SMKN 9 merupakan kegiatan rutin. Kegiatan literasi ini di lakukan di lapangan sekolah setiap hari rabu, dan semua siswa siswi SMKN 9 wajib membawa buku atau novel yang untuk di baca. Literasi ini di lakukan pagi hari,dan di berikan waktu 15 menit untuk membaca buku yang di bawa oleh siswa siswi. Setelah waktu habis akan terdengar bel sebagai tanda waktu telah habis. Setelah itu siswa siswi SMKN 9 Jakarta akan di pilih oleh guru untuk maju ke depan dan menceritakan buku yang di baca tersebut, tidak lupa dengan pengarang nya,penerbit nya,dan lain lain. Setelah itu kami akan mendengar lagu indonesia raya standza 3 yang dimana semua siswa siswi SMKN 9 Jakarta wajib berdiri dan menyanyikan lagu tersebut sampai habis. Jika lagu tersebut habis,maka siswa siswi SMKN 9 Jakarta di persilakhan masuk ke dalam kelas masing masing.
Pada tanggal 18 april 2018, di laksanakan literasi di lapangan. Di saat literasi saya membawa novel, novel tersebut berjudul "negeri 5 menara". Novel tersebut di tulis oleh ahmad faudi yang di terbitkan oleh PT Gramedia pusat utama,tahun terbit 2009
Sinopsis novel negeri 5 menara :
Novel dimulai dari lima sahabat yang sedang mondok di sebuah pesantren, kemudian bertemu kembali ketika mereka sudah beranjak dewasa.
Uniknya, setelah bertemu, ternyata apa yang mereka bayangkan saat menunggu adzan Maghrib di bawah menara masjid benar-benar terjadi. Itulah cuplikan utama cerita novel negeri 5 menara karya Ahmad Fuadi ini.
Tokoh utama Ahmad Fuadi yang berperan sebagai Alif dalam novel tersebut meceritakan, ia tidak menyangka dan tidak percaya kalau bisa jadi seperti yang sekarang ini.
Pemuda kelahiran Desa Buyur, Maninjum Sumatra Barat itu adalah pemuda desa yang diharapkan bisa menjadi seorang guru agama sama halnya yang harapkan oleh kedua orangtuanya.
Keinginan kedua orangtuanya tentu saja tidak salah, sebagai ‘emak’ (ibu) kala itu, menginginkan supaya anaknya menjadi seorang yang bernama, dihormati di kampung seperti menjadi guru agama.
“Memiliki anak yang sholeh dan berbakti kepada orangtua adalah sebuah warisan yang tak ternilai, karena bisa mendoakan kedua orangtuanya dikala sudah tiada”, Ujar Alif mengenang keinginan Emak di kampung pada waktu itu.
Namun, ternyata ALif mempunyai keinginan lain, ia tak ingin seumur hidupnya terus tinggal di kampung. ia memiliki cita-cita dan keinginan untuk merantau keluar kota.
ia ingin melihat keindahan dunia luar dan ingin suksess seperti sejumlah tokoh-tokoh yang ia ketahui dari membaca buku dan mendengar cerita teman di kampung.
Namun, keinginan Alif tidaklah mudah untuk dicapai. Kedua orangtuanya bergeming supaya Alif tetap tinggal dan bersekolah di kampung untuk menjadi guru agama.
Akan tetapi, berkat saran dari mak Etek yaitu paman alif yang sedang kuliah di Kairo, Akhirnya Alif kecil bisa merantau ke pondok Madani, Gontor, Jawa timur. dan, disinilah kisahnya dimulai.
Hari pertamanya di pondok Madani Alif terkesiam dengan kata ajaib “man jadda wajadab’, Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapatlah ia”
Di pondok barunya ia terheran-heran mendengar komentator sepakbola menggunakan bahasa Arab, ada santri mengigau dalam bahasa inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan syair Abu Nawas dan terkesan juga saat melihat pondok yang ia tempati setiap pagi seperti melayang di udara.
Ringkas cerita kemudian Alif berkenalan dengan Raja alias Adnin Amas, Atang alias Kuswandani, Baso alias Ikhlas Budiman, Said Alias Abdul Qodir, dan Dulmajid alias Monib.
Kelima bocah yang menuntut ilmu di dunia pesantren Gontor ini setiap sore memiliki kebiasaan unik. Menjelang Adzan Maghrib berkumpul di bawah menara masjid sambil memandang ke awan.
Dengan membayangkan awan itulah meraka menggambarkan impiannya. seperti Alif mengakui jika awan itu bentuknya seperti benua Amerika, yaitu sebuah negara yang ingin ia kunjungi kelak setelah lulus nanti. Begitu juga dengan yang lainnya menggambarkan awan itu seperti negara Arab Saudi, Mesir dan Benua Eropa.
Melewati lika-liku kehidupan di dunia pesantren yang tidak terbayangkan selama ini, ke lima santri itu diceritakan bertemu di london. Inggris beberapa tahun kemudian setelah lulus.
Kemudian mereka bernostalgia dan saling membuktikan cita-cita dan impian mereka ketika melihat awan di bawah menara masjid waktu itu.
Belajar di pesantren bagi Alif ternyata memberikan warna tersendiri baginya. Ia yang dulunya beranggapan bahwa dunia pesantren adalah konservatif, kuno, ‘kampungan’, ternyata anggapan itu salah besar.
Di pesantren ternyata benar-benar menjunjung sikap kedisiplinan yang tinggi, sehingga mencetak para santri yang bertanggung jawab dan berkomitmen.
Di dunia pesantren mental para santri dibakar oleh para uztads supaya itu semua dilakukan supaya santri tidak mudah menyerah dan memiliki mental baja. Setiap hari, sebelum masuk dalam kelas, selalu menyanjungkan kata-kata ajaib “man jadda wa jadda” barang siapa yang bersungguh-sungguh berhasilah ia.
Siapa yang mengira jika ALif anak kampung kini berhasil meraih impiannya untuk bersekolah dan bekerja di Amerika Serikat? oleh sebab itu, jangan takut untuk bermimpi setinggi-tingginya ..
C. Kesimpulan
Kesimpulan dari artikel ini yaitu diakan nya literasi di SMKN 9 jakarta :
- Meningkat kan daya baca di kalangan pelajar
- Meningkat minat baca
- Meningkat kan pengetahuan
D. Penutup
Demikian yang dapat saya laporkan tentang kegiatan literasi di SMKN 9 Jakarta, semoga pelajar pelajar indonesia dapat meningkat kan minat baca dan daya baca. Mohon maaf bila ada kata kata yang salah. Terima kasih


π
BalasHapusMantap jiwaj
BalasHapusTingkatkan fevel
BalasHapusntpz
BalasHapusBaguss
BalasHapusNice
BalasHapusππ
BalasHapusπππ
BalasHapusGud
BalasHapusGud
BalasHapusKeren πππ
BalasHapusGd
BalasHapusBgsπ
BalasHapusKeren
BalasHapusKeren sangaaad
BalasHapusSip
BalasHapusπ
BalasHapusMantap lah π❤
BalasHapusmantap betullπpertahankan yakk
BalasHapusKeren banget
BalasHapusBgs π
BalasHapusGood ππ
BalasHapusGood ππ
BalasHapusbagusπ
BalasHapusBagus π
BalasHapusIh mantap ni . .
BalasHapusBaguss
BalasHapusBagoodh
BalasHapusBgsπ
BalasHapus